Juni 17, 2021 equity crowdfunding

Pilih Crowd Funding! Sebagai Alternatif Pembiayaan Usaha Anda

Banyak jalan menuju Roma. Ketika anda memiliki posisi sebagai entrepreneur yang mempunyai kesulitan mengembangkan usaha, equity crowd funding dapat menjadi sebuah alternatif pembiayaan usaha anda.

Tahukah anda Apa itu equity crowdfunding? Bisa jadi Fintech crowd funding hampir sama dengan system fintech peer to peer lending yang saat ini banyak diminati orang. Jika P2P lending dapat diartikan sebagai pinjaman secara “peer-to-peer” maka yang membuatnya berbeda terletak pada kepemilikan saham dalam bisnis. Fintech P2P lending memiliki system kerja menampung semua uang investor melalui platform online dan disalurkan kepada peminjam individu atau entitas bisnis.

Namun berbeda dengan fintech equity crowd funding yang ternyata mempunyai resiko lebih besar dibanding P2P lending. Para investor yang ada pada crowd funding tidak dapat memprediksi berapa hasil yang didapatkan ketika berinvestasi, sementara P2P lending lebih bisa diprediksi. Pada hakikatnya, ketika menjadi investor, para pihak yang pemberi pinjaman sudah pasti dijanjikan sebuah imbal hasil tertentu hingga jatuh tempo.

Platform Fintech equity crowd funding saat ini masih terbilang jarang. Para investor yang masuk dalam equity crowd funding harusnya mempunyai pemahaman akan model bisnis ini serta memiliki kecukupan modal. Para Investor juga harus memahami latar belakang perusahaaan yang diberikan investasi secara rinci.

Pada perusahaan fintech equity crowd funding tentunya menawarkan aplikasi yang dapat memungkinkan mempertemukan pemilik dana dengan startup/UMKM yang membutuhkan uang. Inilah akhirnya yang akan membuka kesempatan bagi pelaku UMKM maupun startup untuk mendapatkan pendanaan guna menjalankan bisnisnya. Sekaligus, menjadi alternatif pencarian dana di luar pasar modal serta perbankan.

Pemilik modal dapat memiliki pilihan yang lebih luas untuk berinvestasi, di luar portofolio yang selama ini sudah ada di pasar finansial. Meskipun pihak Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) memberikan sedikit catatan atas model bisnis yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia aplikasi equity crowdfunding Indonesia. Bagian Kepala Group Inovasi Keuangan Digital dan Pengembangan Keuangan Mikro OJK Triyono menuturkan, dalam fintech crowd funding, tidak ada pihak yang menjamin bahwa startup maupun UKM mencapai target pendanaan yang memungkinkan bisnis yang dijalankan sesuai dengan target, sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Dalam istilah pasar modal, tidak ada underwriter yang menutup kekurangan dana jika dana dari investor tidak sesuai harapan. Jika dana tidak tercapai, apakah ada jaminan bisnis yang dijalankan bisa berjalan dan sesuai target? Ini menjadi pertanyaan kami. Jika usaha yang dibiayai investor tidak berjalan, bagaimana nantinya investor yang telah menanamkan dananya?

Di samping itu, crowd funding dapat terdiri dari dua jenis, yakni berbasis reward (penghargaan) dan ekuitas. Sebagai contoh, apabila anda seorang direktur pemula ingin membuat film. Anda beralih ke crowd funding untuk mendapatkan pembiayaan pada film pertama Anda. Untuk membayar kembali donatur Anda dengan uang tunai, Anda menawarkan imbalan lainnya, misalnya tiket premiere film tersebut, penyebutan namanya di credit title dan lain-lain. Ini adalah crowd funding berbasis reward.

Pada jenis crowd funding berbasis reward bukan berarti sebuah investasi yang sesunngguhnya. Namun lebih seperti bentuk iklan karena bukan sesuatu yang akan Anda hadapi dengan harapan mendapatkan keuntungan finansial.

Sementara platform crowdfunding berbasis ekuitas bekerja lebih mirip investasi konvensional dalam bentuk saham. Pengusaha atau perusahaan pada awalnya menawarkan saham dalam bisnis mereka sebagai imbalan atas pinjaman investasi di muka. Dari sudut pandang bisnis, jika mereka sukses, mereka akan menyerahkan sebagian kecil dari perusahaan mereka dalam bentuk saham.

Selain itu ada juga Social Crowd funding merupakan salah satu metode pendanaan bisnis sosial yang sedang populer. Metode yang memungkinkan orang-orang dapat ‘patungan’ untuk mewujudkan kepentingan sosial. Biasanya pada Crowd funding melibatkan beberapa pihak dalam melakukan pembiayaannya seperti seorang yang membutuhkan dana, supporter (publik yang memberikan dana) dan penyedia platform Crowdfunding. Dari ketiga pihak ini mereka saling terhubung dan memiliki peran masing-masing untuk dapat saling menunjang kebutuhan pihak lainnya, sebagaimana dikutip dari Amartha.com.

Di-tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *