Apa Itu Investasi Peer to Peer Lending Apakah Menguntungkan?

simpan pinjam

Kini masyarakat sudah banyak mengenal istilah peer- to-peer lending atau lebih mudah disingkat dengan peer to peer lending. Peer to peer lending dalam bahasa yang familiar di telinga masyarakat adalah pinjaman online (pinjol). Penggunaan istilah Peer to peer lending untuk menyebut pinjaman yang dilakukan secara online melalui aplikasi fintech tersebut tidak bisa dilepaskan dari konteks pemahaman dasarnya.

Peer to peer lending adalah sebuah metode komunikasi yang dilakukan dua arah melalui jaringan internet oleh para pengguna komputer (PC). Komunikasi yang berlangsung tersebut bisa dilakukan oleh lebih dari satu PC dalam suatu lingkungan yang memungkinkan terjadinya saling berbagi antar pengguna tersebut.

Pengertian Peer to Peer Lending

Peer to peer lending merupakan layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah yang dilakukan secara online. Siapapun bisa mendapatkan pinjaman dana segar tan pa harus pergi ke bank. Anda yang ingin meminjam uang dengan menggunakan aplikasi fintech lending yang ada di smartphone saja.

Pinjaman dana tersebut dilakukan melalui perusahaan financial technology atau biasa disebut fintech. Sedangkan pengertian dari fintech sendiri yaitu sebuah platform online di mana di dalamnya terdapat fasilitas bagi para pemilik dana yang disebut sebagai Lender agar bisa memberikan pinjaman dana kepada pihak lain yaitu debitur atau Borrower dengan imbal hasil tinggi.

Debitur atau Borrower yang meminjam dana melalui fintech bisa individu ataupun organisasi bisnis untuk berbagai keperluan seperti mengembangkan usaha, biaya sekolah, perawatan rumah sakit, dan sebagainya. Dari penjelasan tersebut, bisa dikatakan bahwa Peer to peer lending merupakan sebuah marketplace khusus untuk kegiatan peminjaman dana atau uang.

Meminjam dana bisa dilakukan dimana saja tanpa harus ke bank. Mengajukan pinjaman melalui Peer to peer lending bisa dilakukan secara online dengan prosedur dan syarat yang relatif mudah. Individu ataupun organisasi bisnis bisa mengajukan pinjaman dana yang didukung oleh mereka sesama pengguna platform P2P.

Pengertian Peer to Peer Lending Menurut OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah pihak yang berwenang mengawasi seluruh kegiatan finansial di Indonesia mengenai Peer to peer lending. Menurut OJK, yang disebut dengan Peer to peer lending merupakan layanan yang berisi kegiatan pinjam meminjam uang dengan mata uang rupiah (IDR).

Pinjam meminjam uang tersebut dilakukan secara langsung antara pihak pemberi pinjaman (Lender atau Kreditur) dengan pihak yang meminjam (Borrower atau Debitur). Kegiatan pinjam meminjam tersebut melalui sebuah sistem yang berbasis pada teknologi informasi menggunakan jaringan. Oleh sebab itu juga maka Peer to peer lending disebut dengan Layanan Pinjam Meminjam  Uang Berbasis Teknologi Informasi yang disingkat dengan LPMUBTI.

Pengertian mengenai Peer to peer lending di atas terdapat dalam Peraturan OJK nomor 77/POJK.01/ 2016. Menurut data OJK, setidaknya di Indonesia telah terdapat sebanyak 161 fintech lending yang  memiliki izin resmi, salah satunya adalah Amartha. Data tersebut dibuat per bulan Februari 2019 yang lalu dan pastinya sampai saat ini jumlah fintech lending sudah bertambah lebih banyak lagi.

Meskipun memiliki imbal hasil yang cukup tinggi namun faktanya keberadaan fintech Peer to peer lending menjadi solusi mudah bagi masyarakat yang sangat membutuhkan uang. Pinjaman dana tersebut bisa digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan bahkan untuk mengembangkan usaha UKM Anda.

Masyarakat bisa mengajukan pinjaman kepada fintech peer- to- peer lending dengan cara yang jauh lebih mudah kapan pun dan di mana pun. Dan yang penting tetap aman selama fintech Peer to peer lending telah terdaftar dan berizin resmi di OJK seperti Amartha.

Amartha menyediakan fasilitas pendanaan yang transparan bagi pebisnis maupun pihak pemodal. Sudah berdiri sejak 2010 dan telah menyalurkan sekitar Rp 6.3 Triliun untuk para pelaku usaha di Indonesia.

Amartha punya keunikan tersendiri dalam layanannya yaitu, Amartha bisa menjangkau hingga pedesaan yang belum tersentuh layanan keuangan. Amartha merupakan P2P lending berjenis P2P kredit mikro yang memilih pengusaha UMKM perempuan dengan modal mulai dari Rp 1.5 jutaan.

Sebelum penyaluran dana, setiap penerima pinjaman akan ditentukan skor kredit, yang dihitung berdasarkan analisa usaha dan kepribadiannya dan ditampilkan dalam satuan Grade A hingga E.

Jadi pihak pendana bisa dengan mudah mengetahui tipe calon penerima pinjaman yang akan disalurkan.

Kelebihan Investasi di Platform Peer to Peer Lending Amartha

Layanan pinjaman dari Amartha bisa Anda jadikan solusi untuk diversifikasi investasi atau peluang permodalan. Pasalnya sistem Amartha sangat aman berdasarkan penggunaan teknologi, jaminan pendanaan dengan asuransi dan integrasi di lapangan.

Layanan ini juga memungkinkan Anda mendapat keuntungan bagi hasil hingga 15% per tahun. Anda juga bisa ambil pembayaran angsuran kapan saja, tanpa ada batas waktu. Kelebihan di atas menjadikan Amarta sebagai salah satu P2P lending terbaik saat ini.

Masih banyak keunggulan Amartha seperti berikut:

  • Investasi Mudah. Proses pengajuan pinjaman dan pendanaan sangat mudah, bisa dilakukan via online dengan tampilan aplikasi yang user friendly.
  • Berdampak Sosial. Platform ini bisa mempertemukan antara pemodal dan pemilik usaha, sehingga semakin besar potensi ekonomi yang bisa dibangun.
  • Program Referral. Program ini menawarkan keuntungan bagi Anda yang mengajak teman untuk investasi melalui Amartha dan peluang bonusnya hingga jutaan rupiah.
  • Dana Aman. Dana yang Anda salurkan akan aman karena Amartha merupakan perusahaan resmi dan terdaftar OJK. Selain itu dana Anda juga telah diasuransikan dan mitra juga mendapat asuransi jiwa.

Bagaimana, menguntungkan bukan berinvestasi di Amartha? Dapatkan kesempatan Anda segera!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *